Breaking News
16:37
Advertisement

Jaga Kedekatan dengan Konstituen, Bambang Purwanto Serap Aspirasi Warga Durenjaya

IMG 20261012 195725
Bagikan
Lihat Tersimpan

BEKASI( AINGJABAR.COM) Menjaga hubungan harmonis dengan konstituen bukan sekadar dilakukan saat momentum politik, melainkan harus dirawat melalui komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Prinsip inilah yang terus dijaga H. Bambang Purwanto, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Melalui kegiatan Reses III di lingkungan RW 13, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (12/10/2026), Bambang kembali menemui warga secara langsung untuk mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, serta persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga dari sejumlah RT memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan lingkungan, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan saluran irigasi, hingga fasilitas lain yang dinilai penting bagi kenyamanan warga.

Bagi Bambang, komunikasi langsung dengan konstituen menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah sebagai anggota legislatif. Melalui pertemuan seperti ini, ia dapat mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyerap aspirasi yang perlu diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan dan lembaga legislatif.

Kedekatan dengan warga juga memungkinkan aspirasi disampaikan secara terbuka, sehingga kebutuhan masyarakat tidak hanya berhenti menjadi pembicaraan, tetapi dapat dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.

Menariknya, di antara beragam usulan pembangunan infrastruktur, muncul aspirasi yang menyentuh kepentingan masa depan generasi muda, yakni pembangunan perpustakaan bagi anak-anak di lingkungan RW 13.

Usulan tersebut disampaikan Agus, warga RT 12, yang menilai keberadaan perpustakaan semakin dibutuhkan di tengah banyaknya anak usia sekolah dan meningkatnya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Agus, perpustakaan lingkungan dapat menjadi alternatif ruang belajar sekaligus sarana untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku sejak dini.

“Di lingkungan kami cukup banyak anak-anak usia sekolah. Karena itu, keberadaan perpustakaan sangat dibutuhkan. Di tengah arus informasi yang semakin tak terbendung, ketergantungan anak-anak pada gadget menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujar Agus.

Ia menegaskan, pembangunan perpustakaan tidak cukup hanya menyediakan ruangan dan rak buku. Hal yang tidak kalah penting adalah menghadirkan koleksi bacaan yang sesuai dengan usia dan minat anak-anak agar mereka tertarik datang dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

“Yang penting bukan hanya membangun perpustakaannya, tetapi juga bagaimana mengisi perpustakaan itu dengan buku-buku yang diminati anak-anak sehingga bisa meningkatkan minat baca mereka,” katanya.

Agus berharap perpustakaan tersebut nantinya dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Buku cerita bergambar, dongeng, komik edukatif, pengetahuan umum, hingga bacaan sains populer bisa menjadi pilihan untuk memperkenalkan dunia literasi dengan cara yang lebih menarik.

Selain membantu memperluas wawasan, perpustakaan juga diharapkan menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang melalui kegiatan membaca bersama, mendongeng, dan berbagai aktivitas literasi yang melibatkan orang tua maupun masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan perpustakaan bukan semata-mata pembangunan fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Bambang Sambut Baik Aspirasi Warga

Menanggapi usulan tersebut, Bambang Purwanto menyambut baik aspirasi warga yang menginginkan hadirnya perpustakaan di lingkungan RW 13. Ia menyatakan akan mengawal usulan itu agar dapat ditindaklanjuti dan diupayakan realisasinya.

Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya reses sebagai sarana untuk mempertemukan kebutuhan nyata masyarakat dengan peran dan tanggung jawab wakil rakyat.

Hubungan harmonis antara anggota legislatif dan konstituen, pada akhirnya, tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal. Hubungan itu perlu dirawat melalui kesediaan mendengar, membuka ruang dialog, serta memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang disampaikan warga.

Bagi masyarakat, kesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat menjadi ruang untuk menyuarakan kebutuhan lingkungan, termasuk persoalan pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak yang terkadang membutuhkan perhatian lebih besar.

Sementara bagi Bambang, aspirasi yang dihimpun melalui reses menjadi bahan penting untuk diperjuangkan sesuai skala prioritas dan ketentuan yang berlaku.

Konsistensi menjaga komunikasi dengan masyarakat diharapkan membuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya tetap dekat, terbuka, dan produktif. Sebab, kepercayaan masyarakat tidak hanya tumbuh dari janji, tetapi juga dari proses mendengarkan dan kesungguhan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.

Melalui reses tersebut, warga RW 13 tidak hanya menyuarakan kebutuhan pembangunan lingkungan, tetapi juga menitipkan harapan bagi masa depan anak-anak mereka. Kini, tindak lanjut atas berbagai aspirasi itu menjadi bagian penting agar komunikasi yang terjalin dapat berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat.
(suzana)

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *