Breaking News
08:50
Advertisement

Batik Depok Naik Kelas, Abang Mpok Ajak Anak Muda Tak Malu Berbatik

Screenshot 2026 10 05 14 45 26 79 52c32a05fc8637adf324ea472b60d65a
Bagikan
Lihat Tersimpan

02 Oktober 2026

DEPOK ( AINGJABAR.COM)– Batik tak harus menunggu undangan resmi, rapat kantor, atau seremoni kenegaraan. Di tangan generasi muda, batik bisa tampil santai, modis, bahkan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Pesan itu digaungkan Abang dan Mpok Depok 2026, Ahmad Fauzan dan Luna Aryanto, bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional.

Mengenakan batik khas Kota Depok, keduanya mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mengenal batik sebagai warisan budaya, tetapi juga bangga memakainya dan ikut menghidupkan produk lokal.

Fauzan menilai anak muda memiliki posisi strategis untuk membuat batik semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami sebagai representasi generasi muda tentunya mengajak banyak orang, tidak hanya pekerja, tetapi juga pelajar dan anak-anak muda di Kota Depok untuk ayo menggunakan batik khas Depok,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, semakin banyak anak muda mengenakan batik, semakin besar pula peluang batik daerah menembus ruang-ruang baru dan tidak berhenti sebagai busana tradisional.

Karena itu, Abang Mpok Depok turut menggandeng pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan batik dan berbagai produk kreatif kepada masyarakat.

Kampanye pun tidak berhenti di pusat-pusat keramaian. Gerakan mengenalkan batik dilakukan dari sekolah ke sekolah, menyasar generasi muda yang dinilai menjadi kunci keberlanjutan budaya di masa depan.

Mpok Luna mengatakan, komunitas fesyen juga dapat menjadi kekuatan penting untuk membuat Batik Depok tampil lebih modern. Salah satunya melalui berbagai kegiatan fashion show yang membuka ruang bagi kreativitas anak muda.

“Selain itu, kegiatan seperti fashion show yang diadakan komunitas fesyen dinilai dapat menjadi ruang untuk mengenalkan Batik Depok kepada generasi muda,” katanya.

Luna menegaskan, anggapan bahwa batik hanya cocok untuk acara formal sudah waktunya ditinggalkan.

Dengan desain yang semakin beragam, Batik Depok bisa dikenakan siapa saja dan dalam berbagai suasana.

“Semuanya bisa dipakai, bisa untuk kongko, untuk main, ataupun untuk kerja kelompok juga bisa,” ujarnya.

Bagi Abang Mpok Depok, memakai batik bukan sekadar mengikuti tren. Ada pesan yang jauh lebih besar: ketika anak muda memilih batik lokal, mereka ikut menjaga budaya sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk terus tumbuh.

Karena itu, mereka mengajak anak-anak muda Depok menjadikan batik sebagai kebanggaan, bukan sekadar pakaian seremonial.

“Tentunya kita harus bangga menggunakan batik khas Depok. Yuk anak-anak muda Depok, kita bangga berbatik!” pungkasnya.( andri)

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *