Breaking News
05:02
Advertisement

Buka Peluang Kerja,  Pemkot Bekasi Jajaki Kerja Sama Investasi dengan Tiongkok

Img 6acef3440b60e8.39234418
Bagikan
Lihat Tersimpan

 

Rabu, 14 Oktober 2026
KOTA BEKASI  ( AINGJABAR.COM)– Membuka peluang kerja dan menekan angka pengangguran menjadi salah satu tantangan pembangunan Kota Bekasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi mulai menjajaki kerja sama dengan mitra usaha dari Tiongkok guna mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Langkah itu dilakukan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui pertemuan dengan delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base dan Kamar Dagang Jiangsu Indonesia di Ruang Rapat Wali Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026).

Penjajakan tersebut membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi digital, investasi, perdagangan hingga bidang strategis lainnya. Pemkot Bekasi berharap, peluang kerja sama itu tidak berhenti pada pertemuan antarlembaga, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

Bagi pemerintah daerah, masuknya investasi dan berkembangnya aktivitas usaha menjadi salah satu peluang untuk memperluas pasar kerja. Kehadiran perusahaan, penguatan industri lokal, serta tumbuhnya usaha pendukung berpotensi menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah dan mendorong pertumbuhan dunia usaha.

“Kota Bekasi memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami terbuka terhadap peluang kerja sama yang dapat mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, menghadirkan inovasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Tri.

Ia menyebutkan, peluang kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan ekonomi digital, pemanfaatan teknologi, bidang kesehatan, pengelolaan limbah cair, hingga penguatan ekosistem usaha lokal.

Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi dan membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Dengan begitu, manfaat investasi tidak hanya dirasakan perusahaan yang terlibat, tetapi juga berpeluang menjangkau tenaga kerja dan pelaku usaha di Kota Bekasi.

Kadin Siap Menjadi Jembatan Komunikasi

Upaya membuka peluang kerja juga membutuhkan keterlibatan dunia usaha. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar, yang akrab disapa QRS, menyatakan kesiapan Kadin untuk menjembatani komunikasi antara calon mitra dari Tiongkok dan pengusaha lokal.

Menurutnya, peluang kerja sama perlu ditindaklanjuti melalui pemetaan kebutuhan bisnis dan pertemuan antarpelaku usaha atau business matching, sehingga kemitraan yang dibangun memiliki arah dan tindak lanjut yang jelas.

“Kami melihat peluang untuk membangun kemitraan yang lebih terarah antara perusahaan dari Tiongkok dan pengusaha di Kota Bekasi. Kadin siap membantu memetakan pelaku usaha yang relevan, membuka komunikasi antarmitra, serta mendorong agenda business matching agar penjajakan ini memiliki tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengusaha lokal dapat mengambil bagian dalam kerja sama tersebut, baik sebagai mitra bisnis, pemasok barang dan jasa, distributor, maupun bagian dari rantai pasok industri, sesuai kebutuhan dan kelayakan masing-masing kerja sama.

Keterlibatan pengusaha lokal dinilai penting agar peluang investasi dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Ketika usaha berkembang, kebutuhan terhadap tenaga kerja maupun jasa pendukung juga berpotensi meningkat.

Pemkot Bekasi dan Kadin Kota Bekasi diharapkan dapat saling melengkapi. Pemerintah berperan memfasilitasi kerja sama sesuai kewenangannya, sedangkan Kadin mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan calon mitra potensial.

Pada akhirnya, keberhasilan penjajakan ini tidak hanya diukur dari terjalinnya hubungan bisnis internasional, tetapi juga dari realisasi investasi, tumbuhnya usaha lokal, dan terbukanya kesempatan kerja bagi warga.
Dengan tindak lanjut yang konkret, kerja sama dengan mitra Tiongkok diharapkan menjadi salah satu pintu untuk memperkuat perekonomian Kota Bekasi sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah mengatasi pengangguran.
[athaleta puara )

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *