Breaking News
04:19
Advertisement

Kemarau Panjang, KUA Karawang Timur Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

Screenshot 2026 09 29 09 05 26 58 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
Bagikan
Lihat Tersimpan

 

KARAWANG ( AINGJABAR.COM)– Di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karawang Timur, Kementerian Agama Kabupaten Karawang, menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Bola Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur,. Selasa (29/09)

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun, sekaligus menjadi ruang introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kepala KUA Kecamatan Karawang Timur, H. Deni Firman Nurhakim, mengatakan Salat Istisqa merupakan ibadah yang dianjurkan ketika suatu wilayah menghadapi kemarau panjang dan membutuhkan turunnya hujan.

“Melalui Salat Istisqa ini, kita berdoa agar hujan segera turun dan membawa kemaslahatan serta kesuburan bagi masyarakat,” ujar Deni.

Menurutnya, meski di beberapa wilayah Kabupaten Karawang hujan sudah mulai turun, kondisi tersebut tidak mengurangi makna pelaksanaan Salat Istisqa. Justru, turunnya hujan menjadi nikmat yang patut disyukuri dan diharapkan juga segera dirasakan masyarakat di Kecamatan Karawang Timur.

Sementara itu, Camat Karawang Timur Bunawan, SE., M.Si., AKP, menyampaikan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual untuk memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri.

“Ini menjadi momentum bagi kita untuk melakukan introspeksi diri. Salah satunya melalui Salat Tobat dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT maupun sesama,” katanya.

Bunawan berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut menjadi ikhtiar batin masyarakat sekaligus membawa keberkahan bagi wilayah Karawang Timur.

Kegiatan Salat Istisqa dan doa bersama ini dihadiri para tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), UPZ, IPHI, para DKM, forum komunitas, amil, pondok pesantren, majelis taklim, serta unsur Muspika Kecamatan Karawang Timur.

Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa menghadapi kemarau dan kekeringan bukan hanya persoalan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian, memperbanyak doa dan meningkatkan rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.. ( ahmad miarsa)

 

 

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *