GARUT ( AINGJABAR.COM) – Pelayanan publik tak harus selalu menunggu masyarakat datang ke pusat pemerintahan. Di Bungbulang, Pemerintah Kabupaten Garut justru bergerak mendekat, membawa beragam layanan langsung ke tengah masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk unjuk potensi.
Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Pelayanan Publik Terpadu dan Pasar Kreatif 2026 yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Bungbulang, Kamis–Jumat (17–18/9/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin tersebut menjadi momentum menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menghidupkan potensi ekonomi lokal yang selama ini tumbuh dari kreativitas warga.
Bukan sekadar seremoni, masyarakat Bungbulang dan wilayah sekitarnya dapat memanfaatkan beragam pelayanan secara langsung dan gratis. Mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, ketenagakerjaan, pangan, pajak, perizinan hingga layanan sosial.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kelengkapan dokumen kependudukan. Menurutnya, KTP, akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat mengakses berbagai program pemerintah.
“Jangan sampai anak kita tidak punya identitas. Semua bantuan pemerintah, baik bantuan pangan maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), selalu merujuk pada data kependudukan yang ada,” ujar Syakur.
Ia menjelaskan, berbagai bantuan pemerintah diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori rentan dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Karena itu, kelengkapan serta ketepatan data kependudukan menjadi salah satu pintu penting agar program pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Syakur berharap kegiatan pelayanan terpadu tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Garut.
Pemerintah Datang, Warga Tak Perlu Jauh-Jauh
Kehadiran layanan terpadu di Bungbulang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Camat Bungbulang Beni Yandiana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Garut menjadikan wilayahnya sebagai salah satu lokasi kegiatan.
“Atas nama warga Kecamatan Bungbulang, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh pihak yang terlibat,” ungkapnya.
Konsep jemput bola menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut. Berbagai perangkat daerah dan instansi vertikal hadir dalam satu lokasi sehingga masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan yang berbeda-beda.
Layanan yang tersedia pun cukup beragam. Selain administrasi kependudukan dan kesehatan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan terkait ketenagakerjaan, pangan, pajak, perizinan, BPJS dan perbankan.
Termasuk pula vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan, pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR
Pasar Kreatif, Panggung Potensi Lokal
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi panggung bagi pelaku ekonomi kreatif Bungbulang.Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut ,Mia Herlina mengatakan, Pasar Kreatif 2026 merupakan bagian dari roadshow untuk menggali sekaligus mempromosikan potensi ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Ekonomi kreatif masa kini telah menjadi salah satu sektor yang semakin berkembang dan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelas Mia.
Menurutnya, kegiatan pasar kreatif menjadi sarana untuk mengenali, menggali dan memberikan perhatian lebih terhadap berbagai potensi ekonomi kreatif yang dimiliki masyarakat di setiap kecamatan.
Suasana kegiatan pun semakin semarak dengan kehadiran bazar kuliner dan UMKM, pertunjukan seni budaya lokal serta berbagai perlombaan interaktif.
Perpaduan antara pelayanan publik dan pasar kreatif membuat Alun-Alun Bungbulang tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pemerintahan, tetapi juga berubah menjadi ruang interaksi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Garut menunjukkan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal administrasi dan dokumen, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan warga, membuka akses pelayanan, sekaligus memberi ruang bagi potensi ekonomi lokal untuk tumbuh.
Dari Bungbulang, pelayanan didekatkan, kreativitas warga diangkat, dan roda ekonomi lokal terus didorong bergerak. ( tania tejawati)





Tinggalkan Balasan