Breaking News
05:36
Advertisement

Disorot Media Asing hingga Dikaitkan Pilpres 2029, Dedi Mulyadi: Saya Fokus Bekerja untuk Jabar

Screenshot 2026 09 27 09 03 12 65 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12
Bagikan
Lihat Tersimpan

 

BANDUNG ( AINGJABAR.COM)– Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan setelah media bisnis Inggris, Financial Times (FT), mengulas popularitasnya yang terus berkembang hingga dikaitkan dengan peta politik nasional menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Namun, sorotan tersebut justru ditanggapi Dedi Mulyadi dengan sikap yang relatif sederhana. Alih-alih berbicara mengenai peluang politik nasional, Dedi menegaskan bahwa perhatiannya saat ini masih tertuju pada tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.
Dedi bahkan mengakui masih banyak kekurangan dalam menjalankan pemerintahan di Jawa Barat.

Karena itu, ia memilih berkonsentrasi memperbaiki pelayanan dan memberikan manfaat yang lebih baik kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih pada siapapun yang mengapresiasi saya itu. Tetapi, saya hari ini kan pasti banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Terus kemudian kita akan terus memberikan yang terbaik layanan bagi masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi kepada awak media saat ditemui di Bandung, Kamis (24/9/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penegasan Dedi di tengah meningkatnya perhatian terhadap dirinya. Sebelumnya, pada 22 September 2026, Dedi juga telah menyampaikan bahwa dirinya belum memikirkan agenda politik menuju Pilpres 2029.

“Kita lagi mikir bagaimana jadi Gubernur yang sukses. Tidak mikir yang lain,” tegas Dedi saat diwawancarai di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Bahkan ketika kembali disinggung mengenai berbagai spekulasi politik yang mengaitkan namanya dengan Pilpres 2029, Dedi menegaskan bahwa saat ini dirinya ingin fokus menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

“Pokoknya tidak ada, hari ini saya berfokus bekerja aja memberikan yang terbaik. Kita belum mikir terlalu jauh,” sambungnya.

Disorot Financial Times

Sikap Dedi tersebut muncul setelah Financial Times menerbitkan laporan berjudul “Is this Indonesia’s next president?” pada 21 September 2026.
Dalam laporan itu, FT menyoroti bagaimana aktivitas Dedi di media sosial ikut membentuk popularitasnya, terutama melalui konten yang memperlihatkan interaksinya dengan masyarakat, respons terhadap persoalan warga, penjelasan kebijakan hingga aktivitas pemberian bantuan.

Dedi bahkan disebut sebagai “Content Governor”, merujuk pada intensitasnya menggunakan media sosial untuk menampilkan aktivitas pemerintahan sekaligus komunikasi langsung dengan masyarakat.

Sorotan FT kemudian berkembang ke ranah politik nasional. Nama Dedi mulai ikut diperbincangkan dalam dinamika menuju Pilpres 2029, meski sampai saat ini Dedi sendiri belum menyatakan keinginan untuk maju dalam kontestasi tersebut.

Laporan tersebut juga menyinggung sejumlah kritik terhadap gaya komunikasi digital Dedi serta beberapa kebijakan yang pernah menjadi perdebatan publik.
Di tengah sorotan tersebut, Dedi memilih tidak larut dalam pembicaraan politik nasional. Ia justru mengembalikan perhatian pada pekerjaan yang sedang diembannya di Jawa Barat.

“Banyak Kekurangan” dan Pilih Terus Bekerja

Pernyataan Dedi menjadi menarik karena ia tidak menempatkan sorotan media asing maupun pembicaraan Pilpres 2029 sebagai sesuatu yang perlu dibahas panjang.

Sebaliknya, Dedi mengakui masih ada kekurangan dalam menjalankan pemerintahan Jawa Barat. Fokusnya, kata dia, adalah terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sikap tersebut sekaligus mempertegas pesan yang beberapa kali disampaikan Dedi dalam beberapa hari terakhir: jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat dan hasil kerja untuk masyarakat menjadi perhatian utamanya saat ini.

Dengan demikian, di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai masa depan politiknya, Dedi memilih memberikan jawaban yang konsisten: bekerja terlebih dahulu, menyelesaikan tanggung jawab di Jawa Barat, dan tidak terburu-buru memikirkan agenda politik yang masih jauh di depan.( Anton/dtc)

 

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *