Breaking News
06:18
Advertisement

Dari Balik Lapas, Karya Warga Binaan Indramayu Tembus Pasar Spanyol

Perdana Bupati Lucky Hakim Lepas Ekspor Coir Shade Karya Warga Binaan Lapas Indramayu Ke Spanyol
Bagikan
Lihat Tersimpan

INDRAMAYU  ( AINGJABAR.COM)– Pembinaan warga binaan tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi diarahkan agar mereka memiliki bekal untuk kembali produktif di tengah masyarakat. Hal itu dibuktikan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melalui produk coir shade berbahan serat kelapa yang kini menembus pasar internasional.

Bupati Indramayu Lucky Hakim, Senin (28/9/2026), melepas ekspor perdana coir shade hasil karya warga binaan Lapas Indramayu ke Spanyol. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melihat langsung hasil pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Bagi Lapas Indramayu, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki masa depan yang lebih produktif.

Lucky Hakim mengapresiasi proses pembinaan yang mampu mengubah bahan sederhana berupa serabut kelapa menjadi produk bernilai tambah dan memiliki pasar hingga mancanegara.

“Ini salah satu hasil yang bisa dibanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu yang bernilai dan terbukti akan dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya, sudah terbukti ada kinerja dan ada hasilnya,” ujar Lucky.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pembinaan harus menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat. Karena itu, pengembangan produk hasil pembinaan perlu terus didorong agar warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga peluang untuk bekerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Pemkab Indramayu, kata Lucky, siap mendukung pengembangan program tersebut sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku, termasuk membuka peluang sinergi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih menegaskan, pengembangan produk warga binaan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian sekaligus mengembangkan sektor UMKM di lingkungan Lapas.

“Yang kita ekspor hari ini adalah peningkatan UMKM yang kami laksanakan dan diharapkan juga dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Program pembinaan tersebut tidak sekadar mengisi aktivitas warga binaan selama menjalani masa pidana. Lebih jauh, keterampilan yang diberikan diarahkan menjadi modal ketika mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan coir shade menembus pasar Spanyol menjadi gambaran bahwa pembinaan di balik tembok Lapas dapat melahirkan karya produktif. Dari tangan warga binaan, serat kelapa diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah masa pembinaan berakhir.

Lapas Indramayu pun terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu agar program pembinaan dan pengembangan produk warga binaan dapat berlangsung berkelanjutan serta memiliki akses pasar yang semakin luas.

Penulis

admin@123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *